Asus Resmi Luncurkan Zenfone 3 di Indonesia

Tak butuh waktu lama bagi Zenfone 3 untuk masuk secara resmi ke Indonesia. Pertama kali diperkenalkan di ajang Computex 2016 pada penghujung Mei lalu, smartphone teranyar Asus itu resmi masuk ke Tanah Air hari ini, Rabu (7/9/2016).

“Zenfone 3 sudah menjadi sensasi global sejak diperkenalkan pada ajang Computex 2016 lalu,” kata CEO Asus Jerry Shen dalam acara peluncuran bertajuk Zenvolution di Bali Nusa Dua Convention Center yang turut dihadiri KompasTekno.

“Yang membedakan Zenfone 3 dengan smartphone lain adalah desainnya yang mewah,” tutur Rex Lee, Asus APAC General Manager, di atas panggung acara.

Zenfone 3 memang hadir dengan desain fisik yang tampak premium. Sisi depan dan belakang perangkat ini dibalut lapisan kaca. Panel kaca tersebut juga mendukung kontur sudut 2.5D.

Asus mengandalkan kemampuan kamera yang dimiliki oleh Zenfone 3 ini. Ponsel Android ini dilengkapi kamera utama 16 MP dengan fitur aperture f/2.0, OIS (4-axis), dan dual-LED flash.
Sensor yang digunakan adalah Sony Exmor RS IMX298.

Deliusno/Kompas.com
Zenfone 3 dirilis Asus pada ajang Computex 2016

Ada juga teknologi sistem TriTech auto-focus yang mengombinasikan software dengan tiga teknik fokus, yakni pendeteksi kontras untuk continous focus, laser auto-focus generasi kedua, dan phase-detection.

Sementara, di bagian depan ada kamera 8 megapiksel dengan fitur aperture f/2.0 dan kemampuan merekam video 1080p.

“Hasil foto Zenfone 3 mirip DSLR. Ia merupakan smartphone dengan kamera terbaik dunia saat ini,” klaim Rex.

Ada dua seri Zenfone 3 yang dirilis di Indonesia. Keduanya adalah ZE552KL dan ZE520KL.
Keduanya menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 625 2 GHz octa-core 64-bit.

Adapun ZE552KL memiliki layar 5,5 inci Full HD 1080p, RAM 4 GB, media penyimpanan 64 GB (bisa ditambah dengan kartu microSD hingga 128 GB), dan baterai 3.000 mAh.

Sementara itu ZE520KL dilengkapi layar 5,2 inci Full HD 1080p, RAM 4 GB atau 3 GB, media penyimpanan berkapasitas 32 GB (bisa diperluas menggunakan kartu microSD hingga 128 GB), dan baterai 2.600 mAh.

Baca: Asus Boyong 5 Varian Zenfone 3 ke Indonesia

Keduanya menjalankan sistem operasi Android 6.0 Marshmallow dengan tampilan antarmuka ZenUI 3.0. Zenfone 3 bakal dijual dengan harga mulai dari Rp 2.199.000 di Indonesia.

Galaxy Note 7 Berhenti Pakai Baterai Produksi Samsung?

Insiden baterai meledak pada Galaxy Note 7 agaknya mengikis kepercayaan Samsung terhadap anak perusahaannya sendiri, Samsung SDI. Pasalnya, Samsung SDI merupakan penyuplai baterai untuk 70 persen Galaxy Note 7 yang telah diproduksi.

Menurut sumber dalam, Samsung akan menyetop kontribusi Samsung SDI dalam memasok baterai pada Galaxy Note 7 keluaran berikutnya.

“Sebagai tindak lanjut isu baterai, Samsung memutuskan untuk sementara tidak menggunakan baterai dari Samsung SDI pada Galaxy Note 7,” kata sumber tersebut, sebagaimana dilaporkan KoreaHerald dan dihimpun KompasTekno, Rabu (7/9/2016).

Selama ini, pabrikan Korea Selatan semacam Samsung dan LG kerap memproduksi sendiri komponen pada lini smartphone mereka, mulai dari baterai, layar, memori, RAM, hingga prosesor. Biasanya produksi itu ditangani anak usaha langsung atau perusahaan yang masih berafiliasi.

Pada kasus Galaxy Note 7, baterai disuplai oleh dua perusahaan. Samsung SDI dominan dengan memproduksi baterai sebanyak 70 persen dari jumlah perangkat yang beredar. Sementara itu, sisanya 30 persen ditangani manufaktur China bernama ATL.

Ironisnya, justru baterai buatan ATL yang sama sekali tak bemasalah. Persentase 70 persen baterai yang dibuat Samsung SDI setara dengan 2,5 jutaan Galaxy Note 7 yang ditarik dari pasaran. (Baca: Galaxy Note 7 Versi China Dijamin Anti-meledak)

Setelah ini, belum jelas apakah ATL akan dipercaya penuh untuk membuat baterai bagi semua Galaxy Note 7 keluaran selanjutnya atau tidak.

Yang jelas, kerugian Samsung karena insiden ini ditaksir mencapai 1 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 13 triliun. Kendati begitu, jumlah kerugian finansial itu diperkirakan tak sampai 5 persen dari potensi pendapatan bersih Samsung pada 2016. (Baca: Biaya Penarikan Galaxy Note 7 Menyayat Hati Samsung)

Sebenarnya kerugian yang paling besar berasal dari sisi kepercayaan konsumen maupun rekanan. Baru-baru ini, Oculus mengimbau agar tak menjajal Gear VR pada Galaxy Note 7.

Gear VR sendiri merupakan perangkat realitas virtual yang dikembangkan Samsung dengan sokongan software dari Oculus.

Inikah Drone Lipat “Murah Meriah” dari DJI?

Produsen pesawat nirawak DJI ramai disebut bakal memperkenalkan seri drone murah bernama Mavic. Belakangan, bocoran foto perangkat drone “lipat” kelas entry level itu muncul dan beredar di internet.

Mavic disinyalir merupakan drone kecil dan ringan yang mudah untuk dibawa-bawa karena baling-balingnya bisa dilipat. Bobotnya hanya sekitar 600 gram atau tak sampai setengah bobot drone seri Phantom 4, juga buatan DJI.

Dirangkum KompasTekno dari PetaPixel, Rabu (7/9/2016), Mavic akan dibekali kamera 4K untuk keperluan merekam video, lengkap dengan gimbal 2-axis untuk meredam goyangan.

Sebagai pengendalinya, disertakan sebuah perangkat remote control berbasis Android yang dilengkapi layar LCD untuk keperluan navigasi. Drone tersambung dengan remote melalui sambungan Wi-Fi yang sanggup memancarkan sinyal hingga jarak 300 meter.

Soal harganya belum diketahui pasti, namun diperkirakan bakal sebanding dengan drone seri Breeze dari Yuneec yang dibanderol seharga 500 dollar AS.

Nama Mavic sendiri pertama kali dipatenkan oleh DJI pada Agustus lalu. Ada kemungkinan DJI bakal meresmikan drone ini pada 15 September, untuk kemudian dipamerkan di ajang fotografi Photokina di Cologne, Jerman, pada 20 September.

Asus Boyong 5 Varian Zenfone 3 ke Indonesia

Asus secara resmi merilis smartphone Android teranyarnya, Zenfone 3 di Indonesia, Rabu (7/9/2016). Peluncuran tersebut digelar dalam sebuah acara bertajuk Zenvolution di Nusa Dua Convention Center, Bali.

Perusahaan asal Taiwan ini pun tampak sangat serius dengan produk barunya ini. Buktinya, Asus sampai memboyong lima varian Zenfone 3, ditambah satu varian baru, Zenfone Go untuk pasar Indonesia.

Kelima varian tersebut adalah Zenfone 3 (standar), Zenfone 3 Deluxe, Zenfone 3 Ultra, Zenfone 3 Max, dan Zenfone 3 Laser.

CEO Asus, Jerry Shen berkata bahwa keenam produk tersebut mengisi semua segmen smartphone yang ada di tanah air. Khusus Zenfone 3, perangkat yang satu ini dikatakan sudah sangat ditunggu-tunggu setelah diperkenalkan untuk pertama kalinya di Computex 2016 lalu.

“Sekarang Asus memiliki Zenfone di semua segmen harga di Indonesia,” tutur Jerry di hadapan media dari seluruh Tanah Air dan diler, termasuk wartawan Kompas.com, Deliusno.

Lima varian Zenfone 3 tersebut memiliki desain fisik yang mirip. Perbedaan paling jelas terlihat dari spesifikasi dan fitur.

Seluruh varian Zenfone 3 yang diperkenalkan hari ini sudah berpaling dari chipset bikinan Intel. Empat perangkat dibekali dengan chipset Snapdragon bikinan Qualcomm, meski seri yang digunakan berbeda di antara varian.

Chipset berpaling dari Intel

Ada juga varian Zenfone 3 yang dibekali chipset Mediatek. Varian tertinggi, Zenfone 3 Deluxe, menggunakan chipset Snapdragon terkencang saat ini, yaitu Snapdragon 821.

Ada juga varian Zenfone 3 Deluxe dengan chipset Snapdragon 820 atau Snapdragon 625. Sementara itu, Zenfone 3 Laser menggunakan Snapdragon 430, Zenfone 3 (standar) menggunakan Snapdragon 625, dan Zenfone 3 Ultra hadir dengan Snapdragon 652.

Sedangkan Zenfone 3 Max hadir dengan chispet quad-core 64-bit bikinan Mediatek. Sayangnya, tidak disebutkan nama seri dari chipset tersebut.

Ikuti tren layar 5 inci

Layar kelima model Zenfone 3 ini pun sangat bervariasi, rata-rata berukuran 5 inci, sesuai tren saat ini. Bahkan, Zenfone 3 versi standar memiliki dua pilihan bentang layar, yakni 5,2 inci dan 5,5 inci.

Adapun ukuran layar terbesar dimiliki Zenfone 3 Ultra dengan bentang 6,8 inci. Produk lain memiliki layar 5,7 inci atau 5,5 inci untuk Zenfone 3 Deluxe. Sedangkan Zenfone 3 Laser hadir dengan layar 5,5 inci. Semua layar Zenfone 3 tersebut mendukung resolusi Full HD (1080p).

Sementara layar Zenfone 3 Max dengan ukuran layar 5,2 inci, hanya mendukung resolusi HD 720p.

Untuk memori RAM, kapasitas tertinggi dipegang Zenfone 3 Deluxe, yakni 6 GB. Perangkat lain memiliki kapasitas RAM yang beragam, yakni dari 2 GB hingga 4 GB. Semua Zenfone 3 yang dirilis hari ini disebutkan mendukung jaringan seluler 4G LTE.

Dari sisi harga, kelima varian Zenfone 3 dijual dengan harga mulai dari Rp 2,2 juta untuk yang paling murah, hingga Rp 11 juta untuk yang termahal. (Baca: Daftar Harga Resmi Asus Zenfone 3 di Indonesia)

Instagram Bakal Hapus Peta yang Tampilkan Lokasi Foto

Instagram akan segera menghapus fitur peta digital alias Photo Map pada platform-nya. Fitur tersebut dianggap tak berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pengguna berbagi momen.

“Photo Map tak digunakan secara masif, jadi kami putuskan akan menghapusnya dan fokus pada prioritas lain,” kata juru bicara Instagram, sebagaimana dilaporkan Mashable dan dihimpun KompasTekno, Rabu (7/9/2016).

Penghapusan fitur tersebut dilakukan secara perlahan. Saat ini baru segelintir pengguna yang sudah merasakan hilangnya fungsi Photo Map.

Sejatinya, fitur tersebut berfungsi mengklasifikasikan foto yang dibidik berdasarkan lokasi penjepretannya. Fitur ini terletak di bawah deskripsi profil, tepatnya di samping kiri fitur Photos of You.

Ketika membuka Photo Map, Anda akan melihat ilustrasi peta digital beserta foto-foto Anda yang tersebar di titik-titik tertentu.

Meski tak sama, Photo Map pada dasarnya memiliki mekanisme yang mirip dengan aplikasi check-in lokasi Foursquare. Intinya menginformasikan lokasi.

Aplikasi-aplikasi demikian memang mulai pudar popularitasnya. Tren sekarang merujuk pada aplikasi berbasis video untuk membagi cerita real-time, misalnya Snapchat dan Periscope.

Baru-baru ini, Instagram juga menghadirkan fitur baru bertajuk Instagram Stories yang serupa dengan Snapchat. Tak cuma Instagram, media sosial lain seperti Facebook dan Twitter juga semakin agresif menggarap fitur video.

Daftar Harga Asus Zenfone 3 di Indonesia

Asus resmi merilis Zenfone 3 untuk pasar Indonesia dalam acara bertajuk Zenvolution di Bali Nusa Dua Convention Center, Rabu (7/9/2016).

Tidak tanggung-tanggung, perusahaan asal Taiwan tersebut langsung memboyong lima seri Zenfone 3 ke Indonesia. Kelimanya adalah Zenfone 3 (standar), Zenfone 3 Ultra, Zenfone 3 Laser, Zenfone 3 Deluxe, dan Zenfone 3 Max.

Menurut CEO Asus Jerry Shen, kelima perangkat tersebut hadir untuk mengisi semua segmen yang ada di Indonesia.

“Kini Asus memiliki perangkat dari semua segmen harga,” tutur Jerry.

Kelima varian itu memiliki desain fisik yang sedikit berbeda. Perbedaannya terletak dari segi spesifikasi, fitur, dan desain. Spesifikasi yang paling rendah adalah Zenfone 3 Max, yang dijual dengan banderol harga termurah di antara semua versi.

Sedangkan, versi teratas dipegang oleh Zenfone 3 Deluxe yang dilengkapi dengan chipset Snapdragon 821, RAM 6 GB, dan media penyimpanan 256 GB.

Laptop HP Folio G1 Dijual Rp 21 Juta, Apa Istimewanya?

Meski digunakan untuk keperluan pekerjaan yang serius, desain laptop bisnis untuk kalangan profesional tak harus kaku. Seperti halnya laptop untuk konsumen, bentuk menawan bisa membantu laptop bisnis menarik calon pembeli, terutama dari kalangan usia muda.

Sebab itulah HP selaku salah satu pabrikan laptop bisnis coba menawarkan produk baru, yakni Folio G1 dari seri EliteBook yang mengedepankan aspek desain menarik dengan bodi tipis dan cangkang berbahan logam aluminium.

“Sekarang ini sudah banyak eksekutif berusia muda, Mereka tentu seleranya beda dengan yang lebih tua, maka produk laptop komersial (bisnis) harus bisa mengikuti,” ujar Market Development manager Commercial Notebook and Mobility Printing HP Indonesia, Ricky Handrian, saat hadir dalam acara penunjukan Avnet sebagai distributor produk HP EliteBook, di Jakarta, Rabu (7/9/2016).

Elitebook Folio G1 merupakan produk laptop bisnis kelas premium yang dipasarkan di Indonesia dengan banderol harga mulai Rp 21,5 juta. Apa istimewanya laptop satu ini sehingga harganya begitu mahal?

Produk fanless yang ditenagai prosesor Intel Core M V-Pro generasi ke-6 berikut RAM 8 GB dan SSD hingga 256 GB ini diklaim sebagai laptop bisnis tertipis dan teringan di dunia.

Dengan layar 12,5 inci, bobot Folio G1 kurang dari 1 kg dengan ketebalan 12,4 mm sehingga praktis untuk dibawa-bawa oleh eksekutif yang sering bepergian dan bekerja secara mobile. Kendati ramping, Folio G1 diklaim mampu menyala hingga lebih dari 10 jam.

Selain desain, Ricky memaparkan bahwa ada dua aspek lain yang dipadukan oleh HP dalam Folio G1, yakni sekuriti dengan enkripsi TPM dan pengenalan wajah Windows Hello berbasis kamera infra merah, dan aspek kolaborasi untuk memudahkan kerja jarak jauh bersama kolega.

“Soal kolaborasi ini, teknologi noise cancelling Bang Olufsen dan diterapkan pada Folio G1 mempermudah lawan bicara dalam mendengar perkataan kita dalam video conferencing sehingga turut mendukung kerja mobile,” pungkas Ricky.