Twitter Bahas Penjualan Perusahaan

Petinggi dan direksi Twitter akan bertemu pada Kamis (8/9/2016) di San Francisco untuk membahas nasib perusahaan. Salah satunya, opsi untuk menjual Twitter.

Sepanjang tahun ini, Twitter memang dirumorkan akan diakuisisi atau diambil alih oleh perusahaan besar lain, seperti Google, Apple, dan konglomerat media Rupert Murdoch.

Kemungkinan calon pembeli lain juga berasal dari perusahaan ekuitas swasta yang akan membuat perusahaan lebih tertutup, sehingga isu-isu perusahaan tidak terekspos ke publik.

Walau para petinggi Twitter semenjak dahulu menginginkan Twitter tetap menjadi perusahaan independen (tidak memiliki perusahaan induk), namun pilihan untuk menjualnya ke perusahaan lain menjadi terbuka menyusul pernyataan salah satu petingginya, Evan Williams.

Minggu lalu, dikutip KompasTekno dari Recode, Rabu (7/9/2016), Williams mengatakan kepada media bahwa, Twitter harus “memikirkan keputusan yang tepat” jika menyangkut masa depannya sebagai perusahaan independen.

Pernyataan Williams seolah meminta para petinggi lainnya mengubah pikiran mereka, Twitter tidak bisa selamanya independen, melainkan membutuhkan investor besar yang menjadi induk perusahaannya.

Namun untuk menarik minat pembeli Twitter rasanya sulit. Jika berkaca kepada akuisisi LinkedIn oleh Microsoft bulan lalu yang senilai 26 miliar dollar AS, maka Twitter menurut Recode akan dihargai 18 miliar dollar AS.

Nilai tersebut tergolong mahal untuk perusahaan yang selama ini memiliki kendala susah berkembang/bertumbuh dan selalu merugi tiap kuartalnya.

Twitter sedang berusaha untuk meningkatkan kinerja keuangannya dengan berbagai cara, termasuk salah satunya adalah mengurangi karyawan. Perusahaan berlogo burung biru itu juga sedang memikirkan untuk memangkas bisnis yang tidak bersinggungan langsung dengan bursa saham, termasuk Vine, MoPub dan Fabric.

Memangkas tim tersebut atau menjual bisnis-bisnis kecil Twitter akan memperamping struktur perusahaan dan lebih fokus, sehingga lebih menarik di mata investor.

Ada opsi lain di luar menjual Twitter, dua investornya, yakni Steve Ballmer dan Pangeran Saudi Alwaleed Bin Talal dikabarkan akan membeli saham perusahaan besar-besaran. Namun hal itu belum juga terwujud hingga sekarang.

Semua hal di atas akan dibahas Twitter pada Kamis (8/9/2016) besok. Hingga kini, sudah setahun sejak Jack Dorsey kembali memimpin Twitter, namun perusahaan belum juga mendapat momentum positif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s