Orang Indonesia Dengar Lagu di Spotify 90 Menit Sehari

Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan pengguna Spotify paling cepat se-Asia Tenggara. Lima bulan pasca diluncurkan di Tanah Air, Spotify telah digunakan untuk mendengar musik selama 1.165 menit.

Managing Director Spotify Asia, Sunita Kaur mengatakan, rata-rata pengguna di Indonesia mendengar musik 90 menit per hari. Meski demikian, Kaur masih enggan mengungkap jumlah riil pengguna layanan music streaming asal Swedia tersebut.

Menurut Sunita, antusiasme masyarakat Indonesia terhadap Spotifytak lepas dari beberapa strategi khusus yang dilancarkan, salah satunya adalah mengakomodir konten lokal.

“Kami bukan meluncurkan Spotify di Indonesia, tapi meluncurkan Spotify Indonesia,” kata dia, Selasa (6/9/2016) di sela acara Swedish – Indonesian Digital Forum di Jakarta.

Beberapa penyanyi lokal telah digandeng untuk bekerja sama menyediakan konten khusus di Spotify, salah satunya penyanyi solo pria kawakan, Tulus.

Selain itu, beberapa playlist populer lokal juga dipampang di laman depan akun Spotify pengguna Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Generasi Galau, Top Hits Indonesia, dan Kopikustik.

Sunita yakin Spotify mampu menjadi layanan music streaming pilihan bagi mayoritas masyarakat Indonesia di tengah banyaknya layanan serupa yang bermunculan. Sebut saja Yonder, Apple Music, Guvera, dan kawanannya.

“Kami ingin memudahkan pengguna, bahkan untuk metode pembayaran sekalipun. Selain dengan kartu kredit, pembayaran layanan premium bisa melalui transfer bank dan ATM, Doku Wallet, Alfamart, dan Lawson,” ia menjelaskan.

Ke depan, kata Sunita, Spotify akan terus mendengar masukan dan belajar tentang kebiasaan pengguna di Indonesia. Perempuan berdarah India tersebut mengklaim pihaknya selalu berkonsultasi dengan pemerintah dan rekanan di Tanah Air.

“Semua urusan hukum kami patuhi. Ini bentuk keseriusan kami,” ujarnya.

Advertisements

Indonesia Bisa Jadi Pasar Pesawat Jet Pribadi Terbesar Se-ASEAN

Indonesia diprediksi akan menjadi pasar pesawat jet pribadi (business jet/bizjet) terbesar di Asia Tenggara (ASEAN) dalam kurun dua hingga tiga tahun mendatang.

Hal itu diungkapkan oleh Jean Michel Jacob, President of Dassault Falcon Asia-Pacific saat berjumpa dengan sejumlah media di Jakarta, Kamis (1/9/2016) lalu.

“Jumlah pertumbuhan pesawat jet pribadi di Indonesia pada tahun lalu saja sebesar 16 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan di Asia yang sebesar 6 persen,” kata Jacob.

Menurut data yang dibeberkan oleh Dassault, ada 52 jet pribadi di tahun 2015 yang ada di Indonesia. Jumlah itu meningkat dari sekitar 30-an pesawat pada 2011 lalu.

Urusan kepemilikan pesawat bizjet ini, Indonesia sendiri saat ini masih berada di nomor dua di bawah Singapura. Namun dengan pertumbuhan seperti di atas, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi negara dengan jumlah pesat jet pribadi terbesar di Asia Tenggara.

Menurut Jacob, ada dua faktor yang mendukung Indonesia sebagai pasar bizjet terbesar di Asia Tenggara, yaitu dari faktor ekonomi dan geografi.

Dari faktor ekonomi, setidaknya ekonomi yang dinamis dan beragam, disertai dengan pertumbuhan GDP menjadi faktor. Belum lagi bisnis yang kian global.

Menurut laporan Credit Suisse, jumlah miliarder di Indonesia – yang notabene menjadi target pasar jet pribadi – diperkirakan akan naik 54 persen dalam empat tahun mendatang, dari 98.000 menjadi 151.000 orang.

Sementara dari sisi geografi, Indonesia dianggap beruntung karena berada di persimpangan area-area bisnis besar, seperti Jepang, Timur Tengah, Afrika, dan Australia.

“Indonesia juga merupakan negara kepulauan, dimana jet pribadi menjadi solusi yang cepat dan sederhana untuk transportasi dan perdagangan,” kata Jacob.

Baca: Jet Pribadi Falcon 8X Ditawarkan Mulai Rp 762 Miliar

Semakin banyaknya jet pribadi yang beroperasi di suatu negara juga bisa membuka lapangan kerja baru di sektor penerbangan, seperti bisnis bengkel dan perawatan pesawat (MRO), penerbangan regional, konsultan, sekolah penerbangan, katering, dan sebagainya.

Regulasi yang membayangi

Fakta-fakta yang mendukung Indonesia sebagai pasar jet terbesar di Asia Tenggara seperti di atas memang sepintas “memabukkan,” namun pada kenyataannya, Indonesia sendiri masih dibayang-bayangi oleh regulasi.

Jika regulasi ini terus membayangi, bukan tidak mungkin potensi Indonesia sebagai pasar terbesar bizjet di Asia Tenggara akan terhambat, dan kesempatan itu diambil oleh negara lain.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Peraturan Menteri Perhubungan No 66 Tahun 2015 menyebutkan, angkutan udara bukan niaga dan angkutan udara niaga tidak berjadwal luar negeri dengan pesawat udara sipil asing, wajib mengantongi tiga izin sebelum masuk wilayah Indonesia.

Bila izin sudah dikantongi, angkutan udara bukan niaga dan angkutan udara niaga tidak berjadwal luar negeri dengan pesawat udara sipil asing hanya dapat mendarat atau lepas landas dari satu bandara internasional saja.

Izin pertama, diplomatic clearance dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Selanjutnya, security cleareance dari TNI dan terakhir, flight approval dari Kemenhub.

shutterstock
Ilustrasi layanan private jet
Di sisi lain, jika seseorang ingin memiliki pesawat dengan registrasi Indonesia, izin dan pajaknya masih tergolong tinggi.

“Sekarang kalau mau PK (menggunakan registrasi Indonesia), kalo mau non-komersil (jet pribadi), selain kena pajak tinggi, izin operasinya juga ribet,” kata pengamat penerbangan Gerry Soejatman.

“Kalo (menggunakan registrasi) PK ya siap-siap lunas sebelum delivery (pesawat dikirim),” kata Gerry.

Aturan inilah yang kemudian biasanya memberatkan perusahaan finansial dalam melakukan pembayaran pembelian jet pribadi. Harga jual kembali pesawat beregistrasi PK (Indonesia) juga menurut Gerry lebih rendah dibanding pesawat registrasi N (AS) atau VP (koloni Inggris).

Sementara juru bicara Dassault Aviation, Leithen Francis saat berbincang dengan KompasTekno mengatakan, hampr separuh dari pesawat-pesawat jet pribadi yang ada di Indonesia masih menggunakan registrasi luar (non-PK).

“Banyak yang menyayangkan regulasi pemerintah Indonesia, investor akan kesulitan jika ingin bekrunjung ke daerah, baik untuk tujuan bisnis atau wisata,” tutur Francis.

Aturan yang sederhana

Ribetnya membeli pesawat jet pribadi di Indonesia ini juga diakui oleh Yon Karyono, airworthiness inspector dan praktisi dunia penerbangan.

Dijelaskan oleh Yon, sebelum mengurus Certificate of Airworthiness (kelayakan pesawat) dan Certificate of Registration (pendaftaran pesawat), calon pembeli harus mengajukan izin prinsip yang di dalamnya menerangkan apa tujuan membeli pesawat, di mana mau beroperasi, perawatan, kondisi keuangan, karyawan, dan sebagainya.

“Kalau izin prinsip selesai, lalu mengurus izin ke menteri kalau pesawat dari luar, kalau pesawat dari dalam negeri cukup izin Dirjen,” imbuhnya.

Dibandingkan mengurus di luar negeri, menurut Yon, mereka cukup mengajukan izin ke FAA, tidak perlu izin Menteri.

Namun demikian, Yon merasa aturan di Indonesia perlu dibuat. “Harusnya izin, tapi dipermudah dan dipersingkat, kalau tidak izin nanti malah liar tak terkontrol,” jelasnya.

Review: Lenovo Vibe K4 Note, Kaya Fitur dengan Harga Bersahabat

Ponsel dua jutaan tak selalu membawa kualitas “kelas dua”. Prinsip itu yang hendak disampaikan Lenovo melalui ponsel Vibe K4 Note yang resmi meluncur di Tanah Air pada Maret 2016 lalu.

Vibe K4 Note baru dengan nomor model A7010a48 ini merupakan evolusi dari Lenovo K4 Note sebelumnya (A7010) keluaran Desember 2015. Dua kakak-beradik itu sepintas mirip dari segi desain maupun spesifikasi. Hanya saja, Vibe K4 Note hadir sebagai penyempurnaan dari sang kakak.

Tak cuma membenamkan spesifikasi tangguh di kelasnya, Vibe K4 Note juga memanjakan para pecinta film dan musik. Seperti apa kemampuannya? Simak ulasan KompasTekno berikut.

Desain simple dan fungsional

Jika Anda pernah memegang A71010, maka Vibe K4 Note tak akan menghadirkan kejutan baru. Ponsel itu masih mengusung layar 5,5 inci dengan tampilan Full HD beresolusi 1080×1920 piksel.

Sisi atas dan bawah layar dipatrikan kisi-kisi speaker yang simetris. Keduanya berfungsi mengeluarkan suara lawan bicara via telepon atau audio dari pemutar musik dan video.

Ada pula lampu indikator, kamera 5 megapiksel, serta tiga tombol navigasi yang bisa dilihat pada sisi depan Vibe K4 Note. Tombol-tombol navigasi itu berupa soft button sehingga terkesan menyatu dengan layar sentuh.
Oik Yusuf/Kompas.com
Sisi samping Lenovo Vibe K4 Note
Menilik ke sisi samping, Vibe K4 Note menghadirkan kesan sederhana dan elegan dengan balutan aluminium yang kokoh. Empat sudutnya dibikin tumpul agar terkesan futuristik dan anti kaku.

Hanya ada dua tombol fisik yang tertanam di sisi samping kanan ponsel. Masing-masing berfungsi untuk menurunkan dan menaikkan volume serta mematikan dan menghidupkan layar.

Oik Yusuf/Kompas.com
Sisi atas Lenovo Vibe K4 Note

Menengadah ke atas, ada port audio jack 3,5 mm standar untuk menghubungkan ponsel dengan headset. Di sisi bawah tersemat port micro-USB standar.

Fatimah Kartini Bohang/Kompas.com
Sisi bawah Lenovo Vibe K4 Note

Jika ada skor kenyamanan pengenggaman, Vibe K4 Note bisa meraih nilai tinggi. Rancangan punggungnya bisa dibilang mantap mengikuti tekstur genggaman orang dewasa.

Oik Yusuf/Kompas.com
Sisi punggung Lenovo Vibe K4 Note

Lengkungannya pas dengan bahan plastik polikarbonat yang ringan namun tetap kokoh. Teksturnya kesat agar ramah bagi tangan yang suka berkeringat.

Tekstur demikian juga menambah nilai estetik smartphone yang jadi terkesan menggunakan material premium, meski sebenarnya berbahan plastik.

Kamera utama dengan sensor 13 megapiksel nangkring di sisi punggung bagian tengah atas. Kamera itu ditemani dual flash untuk menerangi subyek saat pemotretan dalam kondisi kurang cahaya.

Ada pula sensor pemindai sidik jari alias fingerprint scanner yang ditaruh di bawah kamera. Fitur keamanan ini bisa menjalankan beberapa fungsi seperti membuka kunci ponsel, menutup aplikasi untuk kembali ke laman home, serta membersihkan aplikasi-aplikasi yang terbuka.

Oik Yusuf/Kompas.com
Bukaan punggung Lenovo Vibe K4 Note

Ketika membuka penutup punggung polikarbonat itu, Anda akan mendapati unit baterai berkapasitas 3.300 mAh. Ada juga dua slot untuk kartu SIM yang bisa dimanfaatkan di jaringan 2G, 3G, dan 4G.

Google Doodle Hari Ini untuk Atlet Difabel Paralimpiade 2016

Hari ini, Rabu (7/9/2016), menandai pembukaan Paralimpiade Musim Panas alias Summer Paralympic yang ke-15. Ajang olahraga untuk para atlit dengan keterbatasan fisik atau difabel tersebut akan diselenggarakan mulai 7 September hingga 18 September mendatang.

Google turut merayakannya melalui sebuah doodle yang terpampang di laman pencarian. Doodle tersebut tampak cerah dengan dominasi warna kuning.

Ketika ditekan ikon play, doodle akan menunjukkan ilustrasi atlit yang mewakili berbagai cabang olahraga paralimpiade 2016 secara bergantian. Ada atlit renang, angkat besi, lari, boli, sepeda, hingga voli.

Tempat penyelenggaraan Summer Paralympic kali ini di di Rio de Janeiro, Brasil, sama dengan tempat berlangsungnya Olimpiade beberapa saat lalu.

Paralimpiade kerap dianggap sebagai rangkaian langsung Olimpiade. Pasalnya, Paralimpiade juga digelar empat tahun sekali dan biasanya sesudah ajang Olimpiade.

Syarat atlit yang bisa ikut Paralimpiade antara lain mereka yang memiliki ketidakmampuan dalam mobilitas, cacat karena amputasi, gangguan penglihatan, dan menderita cerebral palsy atau gangguan saraf motorik.

Indonesia tercatat ikut mengirim sejumlah atlit ke Paralimpiade 2016 dari cabang olahraga renang, tenis meja, atletik, angkat besi, dan lainnya.

Ajang Paralimpiade ini diatur oleh Komite Paralimpiade Internasional atau IPC. Selamat merayakan pesta olahraga bagi mereka yang tak mengenal batas!

Mulai Hari Ini, Uber Bisa Deteksi Sopir Pegang Ponsel dan “Ngebut”

Perusahaan layanan transportasi berbasis online Uber meluncurkan sejumlah fitur baru pada Rabu (7/9/2016). Fitur baru ini membuat aplikasi Uber bisa mendeteksi sopir mengendarai mobil sambil memegang ponsel, mengukur kecepatan, dan membaca pola pengereman kendaraan.

Untuk sementara, fitur tersebut baru diterapkan pada mobil saja, belum sampai ke layanan ojek motor UberMoto. Selain itu, fitur ini baru terlihat dari aplikasi pengemudi dan belum muncul di aplikasi penumpang.

Uber memanfaatkan data yang dikumpulkan dari sensor pada ponsel pengguna, antara lain proximity sensor dan GPS. Dari data tersebut kemudian diolah untuk mengetahui perbedaan antara pergerakan ponsel saat dipegang oleh pengemudi dan saat diletakkan pada wadah (mounting) ponsel di dashboard mobil.

“Jika aplikasi mendeteksi ponsel tersebut terindikasi berada di tangan pengemudi, maka akan muncul peringatan dan meminta pengemudi meletakkannya ke wadah di dashboard,” ujar Lead Safety for Public Policy Uber, Dorothy saat bincang dengan sejumlah media di Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Selain peringatan tersebut, sensor dan GPS pada ponsel pengemudi juga dipakai untuk menganalisis kecepatan kendaraan. Fungsinya, bila pengemudi memacu kendaraan terlalu cepat, maka aplikasi akan memunculkan peringatan.

Agar bisa memberikan peringatan kecepatan dengan efektif, Uber mempelajari dan menerapkan peraturan mengenai batas kecepatan tertinggi dan terendah dalam suatu kota. Pasalnya, masing-masing kota dan negara punya peraturan dan perilaku berbeda terkait hal ini.

“Kami juga bisa menganalisis kecepatan pengemudi dan membandingkannya dengan kecepatan aman di suatu kota. Jika pengemudi terlihat melampaui kecepatan tersebut, maka akan muncul peringatan untuk mengurangi laju kendaraannya,” imbuh Dorothy.

Pilot Project

Fitur canggih ini, menurut Dorothy, baru dijalankan sebagai pilot project. Tujuannya memetakan perilaku berkendara pengemudi Uber dan mengarahkannya supaya lebih aman.

Perusahaan ride sharing tersebut sudah melaksanakan proyek ini sejak awal tahun 2016 di San Francisco dan kini berniat mengimplementasikannya ke berbagai negara lain. Khusus untuk Rabu (7/9/2016) ini, fitur tersebut akan dirilis ke dalam aplikasi pengemudi di Jakarta, Indonesia; Bangalore, India; serta Singapura.

Baca juga: Pelajaran dari Kasus Argo Kuda Uber di Jakarta

Dari data sensor dan GPS, Uber pun menyusun sebuah statistik untuk menganalisis perilaku mengemudi di suatu kota tertentu. Dalam statistik ini antara lain diperlihatan cara pengereman kendaraan, apakah kasar atau halus.

Inti dari semua pengumpulan data, statistik dan fitur tersebut adalah berusaha untuk membuat pengemudi Uber berkendara dengan cara yang aman.

“Misinya adalah memprediksi dan mengurangi kecelakaan di jalan. Namun saat ini belum ada efek tertentu pada akun pengemudi yang melanggar peringatan dari aplikasi. Kami baru sekadar memberi peringatan saja,” ujar Dorothy.

“Kami pun masih berupa pilot project, mengumpulkan data dan memahami mana yang normal dan tidak normal di jalanan kota tertentu. Apa yang mestinya dilakukan driver kami, apa yang tidak. Kami mendefinisikan cara mengerem yang kasar dan bagaimana rem yang halus, lalu behaviour seperti apa yang aman,” pungkasnya.

Apple Akhirnya Bisa Jualan iPhone di Indonesia

Hingga saat ini, ada tiga seri iPhone -dengan spesifikasi 4G, yang belum masuk Indonesia, yakni 6S, 6S Plus, dan SE.

Namun, seiring diresmikannya tata cara pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) ponsel 4G, ketiga iPhone itu bisa segera dijual resmi di Tanah Air.

Baca: Kemenperin Resmikan Aturan TKDN Ponsel 4G

Direktur Jenderal Industri Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate), Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan membenarkan mengenai kemungkinan Apple masuk ke Indonesia setelah resminya aturan TKDN.

Namun menurut Putu, Apple tidak akan membangun pusat riset di Tanah Air. Mereka justru memiliki rencana berbeda.

“Katanya begitu (Apple jadi masuk ke Indonesia). Bukan (pusat riset), Apple akan membangun industri software untuk mobile apps,” ujarnya dalam pesan singkat pada KompasTekno, Selasa (6/9/2016).

Jika raksasa teknologi tersebut telah mewujudkan komitmennya terhadap aturan TKDN, maka mereka bisa dengan bebas menjual iPhone dengan spesifikasi 4G di Indonesia.

Seperti diketahui, hingga saat ini Apple tak kunjung memasukkan iPhone 6S, 6S Plus dan SE ke Indonesia. Alasannya adalah tata cara pemenuhan TKDN yang saat itu tak kunjung jelas.

Di sisi lain, vendor-vendor ponsel 4G termasuk Apple juga diminta memenuhi nilai komponen lokal tersebut hingga 30 persen dengan tenggat waktu 1 Januari 2017.

Baca: Aturan TKDN Lambat, Importir Ketinggalan Tiga Seri iPhone

Kini, setelah Kemenperin resmi merilis Permenperin No 65 tahun 2016, Apple tinggal mengikuti acuan di dalamnya saja. Selanjutnya, perusahaan akan mendapatkan nilai TKDN dan diperbolehkan menjual ponsel 4G di Indonesia.

Apple sendiri belum memberikan konfirmasi apa pun terkait rencana mereka merilis tiga seri iPhone, yaitu 6S, 6S Plus dan SE di Tanah Air.